February 26, 2017 kanomasumroh 0Comment

Sebagaimana ibadah sholat yang diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam . Begitu pula dengan ibadah Umroh , dimana terdapat rukun atau tata cara dalam melakukan umroh . Rukun umroh merupakan hal – hal yang harus dilakukan seorang jamaah dalam melakukan ibadah umroh .

Berihram

Ihram merupakan niat untuk menunaikan ibadah umroh dimana jamaah wajib menggunakan pakaian ihram . Pakaian ihram bagi laki – laki ialah 2 lembar kain yang tidak memiliki jahitan dimana digunakan untuk menutupi aurat bagian bawah dan kain yang lainnya diselendangkan . Untuk wanita, pakaian yang digunakan ialah yang menutupi seluruh badannya kecuali muka serta telapak tangan ( seperti pakaian sholat ) . Warna pakaian ihram disunnahkan berwarna putih .

Ketika berihram , jamaaah wajib melakukan niat umroh jika tidak maka ibadah umroh yang dilakukan tidak sah. Seperti perkataan Rasullullah SAW dari Saidina Umar bin Khattab “ bahwasanya seluruh perbuatan dengan niat , dan yang didapatkan manusia ialah apa yang diniatkannya “

Jamaah hendakya mengucapkan

لبيك عمرة = Labbaik Umrotan (Ku sambut panggilan-Mu untuk melakukan Umrah)

Atau

اللهم لبيك عمرة = Allahumma Labbaik Umrotan (Ya Allah, aku sambut panggilan-Mu untuk melakukan Umrah)

Niat umroh juga disebut dengan ambil miqot , diambil ketika berada di Bir Ali yaitu sebuah tempat antara Makkah dan Madinah tepatnya di pinggir jalan raya Makkah – Madinah sekitar daerah Dzulhulaifah berjarak sekitar 9 km dari Masjid Nabawi

Setelah jamaah melakukan niat umroh maka sudah berlaku larangan – larangan ihram atau umroh

Thawaf

Thawaf ialah mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali putaran , dimana tiga putaran pertama disunnahkan untuk berlari – lari kecil dan putaran selanjutnya berjalan biasa . Jika memungkinkan alangkah lebih baiknya jamaah mendekatkan diri ke ka’bah. Thawaf dimulai serta berakhir di Hajar Aswad dengan menjadikan Baitullah sebelah kiri . Selain Hajar Aswad , terdapat garis hijau yang lurus ke arah Masjidil Haram , dimana juga dapat dijadikan sebagai tanda awal dan akhir Thawaf .

Adapaun tata cara melakukan Thawaf adalah:

1. Memulai Thawaf dengan menyusuri dekar Hajar Aswad , sembari mencium, menyapu, atau memberikan isyarat sebagaimana mestinya

lalu mengucapkan:

 بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ  وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ووفاء بعهدك   وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Dengan nama Allah,   Allah yang Maha Besar, Ya Allah, demi keimanan kepada-Mu, serta membenarkan kitab suci-Mu, memenuhi janji dengan-Mu serta mengikuti sunah Nabi-Mu Muhammad SAW.”

2. Disunnahkan untuk berjalan cepat pada 3 putaran pertama

Jamaah Umroh sebaiknya memperpendek serta mempercepat langkah pada tiga putara pertama , dan sedapat mungkin mendekatkan diri dengan Ka’bah. Kemudian pada putaran keempat dan seterusnya dapat berjalan seperti biasa. Bagi yang tidak mampu berjalan cepat atau mendekati Ka’Bah maka dapat melakukan Thawaf sesuai dengan kemampuan dan disunnahkan menyapu rukun Yamani serta mencium Hajar Aswad atau mengusapnya pada setiap kali dari 7 putaran itu.

3. Memperbanyak doa dan dzikir

  • Ketika menghadap Hajar Aswad mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ  وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ووفاء بعهدك   وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّىللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Dengan nama Allah,   Allah yang maha besar, Ya Allah, demi keimanan kepada-Mu, serta membenarkan kitab suci-Mu, memenuhi janji dengan-Mu dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW.”

  • Ketika memulai Thawaf mengucapkan:

سُبْحَان اللهِ وَ الْحَمْدُ لِلّهِ وَ لآ اِلهَ اِلّا اللّهُ، وَ اللّهُ اَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلاَ قُوَّة ِ الَّا بِاللّهِ

Yang artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan tidak ada daya maupun tenaga kecuali dengan Allah SWT.”

Atau Anda bisa membaca doa – doa lain untuk kebaikan serta kabarokahan dunia akhirat

  • Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkah untuk mengucapkan:

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:” Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di khirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka”

 

  • Ketika telah menyelesaikan 7 putaran, lakukan shalat 2 rakaat dekat maqam Ibrahim ( pada salah satu sisi Ka’bah ) sambil membaca:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Artinya:” Serta jadikanlah sebagian makam Ibrahim tempat shalat”

Dengan demikian berakhirlah Rukun Umroh yang kedua yakni Thawaf dan kemudian dilanjutkan dengan sa’i

Sa’i

Sa’I adalah rukum umroh yang ketiga dimana sa’I adalah berjalan dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak 7 kali . Perjalanan dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah dihitung sekali, dan Perjalanan dari Bukit Marwah menuju Bukit Shafa juga dihitung satu kali . Jarak antara Bukit Shafa dan Bukit Marwa adalah sekitar 405 meter .

Sejarah Sa’I

Ibadah Sa’i bersumber pada perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim untuk melakukan hijrah dari Palestina menuju Baitullah bersama dengan istrinya Siti Hajar serta Nabi Ismail yang pada waktu itu masih bayi

Pada saat itu kondisi Baitullah ialah suatu padang pasir yang sangat tandus serta gersang. Sesampainya mereka di Baitullah, Allah kembali menguji keimanana Nabi Ibrahim untuk kembali ke Palestina serta meninggalkan istrinya dan anaknya di dekat Baitullah. Setelah Nabi Ibrahim kembali ke Palestina, persediaan air susu dan makanan Siti Hajar telah habis. Oleh karena itu, Siti Hajar mencari mata air untuk anaknya Ismail yang kehausan.

Setelah berlari – lari bolak – balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali , akhirnya Allah memerintahkan kepada bumi agar mengeluarkan mata air untuk Siti Hajar beserta anaknya Ismail. Sumber mata air yang tidak habis – habisnya itu hingga saat ini disebut dengan mata air zam – zam yang artinya air yang banyak dan berlimpah.

Maka untuk mengenang perjuangan dari Siti Hajar dan anaknya, Nabi Ismail, kita diwajibkan melakukan sa’i sebagai rukun haji dan umroh

Adapun doa – doa ketika melakukan ibadah Sa’i ialah:

  • Doa saat hendak mendaki Bukit Shafa

Ketika sebelum memulai Sa’i membaca:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَبْدَأُ بِماَبَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ

 

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah SWT  dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari Syi’ar-Syi’ar (tanda kebesaran) Allah SWT. Maka barang siapa yang beribadah Haji ke Baitullah atau pun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui”

 

  • Doa ketika berada di Bukit Shafa sambil menghadapkan diri ke Ka’bah

 

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ , أَللهُ أَكْبَرُ عَلَى ماَ هَداَناَ وَالحَمْدُ ِللهِ عَلَى ماَ أَوْلاَناَ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِياَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكاَفِرُوْنَ 

 

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah SWT atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan serta pujian. Dialah yang menghidupkan serta mematikan, pada kekuasaan-Nyalah segala kebaikan serta Dia berkuasa atas segala sesuatu, Tiada Tuhan Selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya serta menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya, Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya,  walaupun para orang kafir membenci”

 

  • Doa Sa’i ketika perjalanan pertama sampai dengan ke-7 antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah

Dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah , dibaca mulai dari Bukit Shafa sampai dengan pilar hijau pertama

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ , أَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحاَنَ اللهِ العَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ الكَرِيْمِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً وَمِنَ اللَّيْلِ فاَسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ شَيْءَ قَبْلَهُ وَلاَ بَعْدَهُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ داَئِمٌ لاَ يَمُوْتُ وَلاَ يَفُوْتُ أَبَداً بِيَدِهِ الخَيْرُ وَإِلَيْهِ المَصِيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

 

“Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung dengan segala pujianNya yang talak terhingga. Maha Suci Allah dengan pujian Yang Maha Mulia diwaktu pagi serta petang. Bersujud serta bertasbihlah pada Allah SWT sepanjang malam. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa yang memenuhi janji-Nya tuk membela hamba-hambaNya yang menghancurkan musuh-musuhNya dengan ke-Esaan-Nya tidak ada sesuatu sebelum-Nya dengan ke-Esaan-Nya, tidak ada sesuatu sebelum-Nya ataupun sesudahNya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan serta Dia adalah Maha Hidup kekal tiada mati serta tiada hilang untuk selama-lamanya. Hanya ditangan Allah lah terletak kebajikan serta kepada-Nyalah tempat kembali dan hanya Allah SWT,  Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

  • Doa ketika diantara 2 pilar berwarna hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجاَوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ ماَلاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

“Ya Allah, ampunkanlah, sayangilah, maafkanlah, dan bermurah hatilah serta hapuskanlah segala apa yang Engkau ketahui dari dosa-dosa kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Tinggi serta Maha Pemurah.”

  • Doa ketika mendekati Bukit Marwah

إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ .

“Sesungguhnya Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebagian dari syi’ar-syi’ar (simbol kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang melakukan ibadah haji ke Baitullah atau pun berumrah, maka tidak ada dosa bagi nya melakukan Sa’i antara keduanya. serta barang siapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha menerima kebaikan serta Maha Mengetahui.”

Tahallul

Tahallul secara harfiah berarti dihalalkan, yaitu dihalalkannya para jamaah umrah untuk melakukan hal – hal yang sebelumnya menjadi larangan ketika mulai melakukan ihram . Tahallul disimbolkan dengan mencukur rambut jamaah minimal sebanyak tiga helai

Tertib

Tertib ialah segala rukun umroh wajib dikerjakan secara berurutan dimulai dengan rukun yang pertama sampai dengan keempat , jika tidak maka umroh yang dilakukan tidaklah sah

Itulah seluruh rangkaian rukun umroh dan setelah rukun umroh yang keempat maka selesailah ibadah umroh .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *